• Perhatikan! Inilah Gejala Awal Sebelum Serangan Stroke dan Tanda-Tandanya

    Penyakit Stroke


    Serangan stroke merupakan masalah kesehatan yang cukup ditakuti, penyakit ini bisa membuat Anda cacat ringan hingga permanen bahkan bisa membuat seseorang meninggal.Stroke sendiri merupakan kondisi akibat aliran darah yang tidak lancar ke otak, akibatnya pembuluh di otak mengalami kerusakan dan memicu serangan stroke.



     




    Nah sebelum serangan stroke terjadi biasanya ada gejala yang muncul, berikut daftar gejalanya yang sebaiknya jangan diabaikan.Waspada penyakit stroke
     
     
    1. Tanda di wajah

     
    Jika Anda menemukan diri Anda atau orang di sekitar memiliki wajah yang tiba-tiba asimetris atau bentuknya berubah maka waspadai ini adalah gejala stroke.Gejala ini akan terlihat sekali jika pasien tertawa, jika terlihat mulut yang terdistorsi sebaiknya Anda pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan dan perawatan medis sesegera mungkin.

     
    2. Tanda di penglihatan



    Salah satu tanda peringatan stroke yang tidak boleh diabaikan adalah hilangnya penglihatan, penglihatan kabur dari satu mata atau kedua mata sekaligus.Karena tanda ini sangat sulit untuk dikenali dan hanya pasien yang bisa merasakan kondisinya, jadi ketika kelainan tubuh ini terjadi, Anda harus pergi ke rumah sakit untuk meminta pemeriksaan.

     
    3. Tanda dari Mulut

     
    Sebelum serangan stroke terjadi Anda mungkin sulit untuk membuka mulut, bibir lidah terasa mudah mati rasa, bicara pun agak kesulitan.

     
    4. Tanda di tangan dan kaki
     
     
    Bagi orang yang akan mengalami stroke, bagian tubuh seperti tangan dan kaki akan mudah merasakan mati rasa ini akibat aliran darah tidak sempurna, biasanya ini juga memicu kesulitan bergerak untuk beraktivitas.
     
     

    Gejala Stroke



    Setiap bagian tubuh dikendalikan oleh bagian otak yang berbeda-beda, sehingga gejala stroke tergantung pada bagian otak yang terserang dan tingkat kerusakannya. Gejala atau tanda stroke bervariasi pada setiap orang, namun umumnya muncul secara tiba-tiba.

    Ada 3 gejala utama stroke yang mudah untuk diingat, yaitu:
     
    • Face (wajah). Wajah akan terlihat menurun pada satu sisi dan tidak mampu tersenyum karena mulut atau mata terkulai.
    • Arms (lengan). Orang dengan gejala stroke tidak mampu mengangkat salah satu lengannya karena terasa lemas atau mati rasa. Tidak hanya lengan, tungkai yang satu sisi dengan lengan tersebut juga mengalami kelemahan.
    • Speech (cara bicara). Ucapan tidak jelas, kacau, atau bahkan tidak mampu berbicara sama sekali meskipun penderita terlihat sadar.
     
    Selain itu, ada beberapa gejala dan tanda stroke lain yang mungkin muncul, antara lain:
     
    • Mual dan muntah.
    • Sakit kepala hebat yang datang secara tiba-tiba, disertai kaku pada leher dan pusing berputar (vertigo).
    • Penurunan kesadaran.
    • Sulit menelan (disfagia), sehingga mengakibatkan tersedak.
    • Gangguan pada keseimbangan dan koordinasi.
    • Hilangnya penglihatan secara tiba-tiba atau penglihatan ganda.
     
    10 Tanda saat stroke menyerang tubuhmu secara diam-diam




    Stroke sendiri terjadi saat suplai darah ke otak terputus. Karena otak kekurangan oksigen, maka sel otak akan mati yang membuat beberapa orang mengalami kelumpuhan atau hilang ingatan. Mengerikan bukan?Untuk itu kamu wajib mewaspadai beberapa gejala dini atau pertanda saat stroke menyerangmu. Berikut adalah tandanya.

     
    Nyeri pada satu sisi wajah


    Nyeri yang muncul mendadak di satu sisi wajah serta lengan, kaki, atau dada merupakan tanda khas dari stroke. Dan wanita ternyata lebih cenderung rentang terhadap gejala stroke atipikal tersebut.

     
    Pandangan kabur


    Stroke juga bisa membuat pandangan tiba-tiba kabur atau ganda (ketidakmampuan untuk memusatkan perhatian pada obyek).

     
    Kesulitan untuk menghirup atau menelan


    Kesulitan menghirup atau menelan juga bisa menjadi tanda dari stroke. Beberapa gejala lain yang mengiringinya adalah pingsan, mual, hingga muntah.penyakit stroke dan pengobatannya
     
    Tremor


    Tremor akan sering terjadi saat gejala stroke nampak. Penyebabnya adalah terjadi penyumbatan suplai darah ke otak.

     
    Kehilangan keseimbangan


    Kamu sering merasa tiba-tiba pusing atau kehilangan keseimbangan? Maka itu adalah gejala umum dari stroke.

     
    Sulit berjalan


    Rasa tak enak atau kesemutan di bagian tubuh manapun yang diiringi dengan kesulitan untuk berjalan adalah salah satu tanda awal stroke.

     
    Kelumpuhan di wajah


    Kelumpuhan yang terjadi wajah adalah salah satu gejala stroke yang paling umum. Kamu tiba-tiba merasakan mati rasa dan kelumpuhan di satu sisi wajah, lengan, atau tungkai.

     
    sakit kepala


    Kamu sering sakit kepala dengan rasa nyeri mendadak yang tajam? Bisa jadi itu adalah salah satu dari gejala stroke yang wajib kamu sadari.

     
    Kebingungan


    Saat kamu berada di tengah-tengah sebuah suasana dan kamu cenderung mudah bingung, maka bisa jadi itu adalah gejala stroke.

     
    Vertigo


    Pusing dan ketidakseimbangan yang disertai vertigo seringkali merupakan jadi pertanda gejala stroke. Vertigo adalah sensasi yang muncul seperti kamu bergoyang atau berputar dan kamu merasakan benda-benda di sekitarmu bergerak, padahal sebenarnya tidak.



    Stroke, hampir sama dengan serangan jantung. Bedanya, stroke menyerang otak kita.Stroke terjadi ketika beberapa bagian otak terganggu dan itu membuat tubuh kita tidak dapat berfungsi secara normal.

     
    Gejala - gejala stroke biasanya berkembang dengan cepat, tetapi kadang-kadang bisa memakan waktu berjam-jam atau bahkan berhari-hari untuk menyadari bahwa ada sesuatu yang salah pada tubuh kita.Jadi, jika Anda merasa mengalami salah satu di antara gejala berikut jangan mengabaikannya.

     
    Inilah 6 peringatan pada tubuh kita, tanda stroke mungkin akan menyerang.
     
    1. Tekanan darah tinggi



    Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan masalah berat seperti stroke dengan merusak saraf otak atau melemahkan pembuluh darah dan menyebabkan kebocoran atau pecah.Selain itu, tekanan darah tinggi adalah alasan pembentukan bekuan darah dalam aliran darah dan membawa mereka ke otak, menyebabkan stroke dalam proses.

     
    2. Masalah penglihatan
     
     
    Stroke dapat menyebabkan penglihatan ganda, kehilangan penglihatan pada satu mata, atau penglihatan kabur.Ketika sekitar 1.300 orang yang pernah mengalami strok disurvei di Inggris, mereka semua ingat masalah penglihatan atau penglihatan yang kabur menjadi indikator kuat stroke menyerang.

     
    3. Mati rasa pada satu sisi tubuh - wajah, tangan, atau kaki
     
     
    Mati rasa di wajah, tangan, atau kaki adalah gejala umum dari stroke.Dalam beberapa kasus, ada juga yang mengalami kelumpuhan di sisi yang berlawanan di mana stroke terjadi di otak.

     
    4. Pusing

     
    Dalam sebuah penelitian, vertigo dan pusing juga merupakan gejala umum yang dirasakan orang yang mengalami stroke.Kebingungan yang dirasakan oleh seseorang adalah hasil dari sisi otak yang terkena.

     
    5. Migrain tiba-tiba
     
     
    Selama stroke, aliran darah ke otak terhalang atau terputus karena gangguan yang disebabkan dalam aliran darah, Itu bisa membuat robekan atau kerusakan pembuluh darah yang menyebabkan migrain sangat mendadak atau sakit kepala parah.


     
    6. Leher kaku dan nyeri bahu

     
    Pembuluh darah yang pecah di otak dapat menyebabkan leher kaku atau nyeri bahu.Jika Anda tidak dapat menyentuh dada dengan dagu padahal tidak mengalami obesitas atau kondisi lain, segera periksa ke dokter.



    Menurut laporan NCBC, orang-orang dengan kondisi berikut lebih mungkin mengalami stroke.
     
    1.Orang dengan tekanan darah tinggi: 

    Tekanan darah dianggap tinggi jika 140/90 mmHg atau lebih.

     
    2.Usia dan Jenis Kelamin:

    Pria yang lebih tua lebih cenderung berisiko stroke daripada orang muda atau wanita.

     
    3.Merokok: 

    Merokok dapat mempengaruhi jumlah oksigen yang mencapai otak dan juga dapat menyebabkan banyak kerusakan pada pembuluh darah.

     
    4.Diabetes:

    Diabetes disebabkan oleh kekurangan insulin yang mengatur tingkat gula dalam tubuh. Ketika ada kekurangan insulin, gula tidak akan bisa mencapai ke bagian tubuh di mana energi dibutuhkan (Otak misalnya).
     
     
    5.Penyakit Jantung: 

    Penyakit jantung dapat menyebabkan pembekuan darah, terkadang mengakibatkan gangguan aliran darah yang dapat menyebabkan stroke.penyakit stroke dan pengobatannya
     
     
    Yuk jaga dan sayangi tubuh kita , dengan rajin berolahraga , pola makan yang sehat , tambahan gizi seimbang , serta istirahat yang cukup , agar terhindar dari berbagai penyakit yang dapat menyerang tubuh kita , Sahabat Sehat!

     


    votre commentaire
  • Kenali Penyakit Stroke , Penyebab dan Gejalanya serta Cara Mengatasinya 


    stroke

    Pengertian Stroke

    Penyakit stroke merupakan salah satu penyakit yang berbahaya, pasalnya penyakit ini dapat merenggut nyawa Anda secara diam-diam dengan mengakibatkan kelumpuhan pada otak atau setidaknya menyebabkan kecacatan.





     







    Penyakit yang juga disebut sebagai The silent killer ini, sangatlah ditakuti namun masih banyak orang yang terkadang lupa untuk memperhatikan faktor risikonya. Sebut saja pola hidup ataupun pola makan yang tidak sehat mengkonsumsi makanan yang diketahui dapat menyebabkan kadar kolesterol menjadi tinggi secara berlebihan, dapat mengganggu pembuluh darah dalam tubuh.penyebab stroke pada remaja 

     
    Selain menjadi penyebab utama kecacatan dan kematian, penyakit stroke ini juga merupakan penyebab kedua terbanyak terjadinya demensia/pikun. Agar dapat menghindari dampak fatal tersebut, Anda perlu mendapatkan pertolongan setidaknya 4 hingga 5 jam setelah mengalami serangan, dan jangka waktu ini dipercaya sebagai kesempatan emas yang sangat menentukan.

     
     
    Stroke adalah serangan pada otak yang timbul secara mendadak, yang mana mengakibatkan gangguan aliran darah karena adanya penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah tertentu di bagian otak, alhasil fungsi otak menjadi terganggu. Sel-sel otak Anda yang kekurangan darah pembawa oksigen atau nutrisi yang diperlukan, dapat menyebabkan kematian dalam waktu relatif singkat.

     
    Stroke adalah serangan pada otak yang timbul secara mendadak.


    100 miliar sel saraf dan triliunan sambungan saraf menghiasi otak manusia di dalam tubuh. Walaupun berat otak manusia hanya sekitar 2 persen dari berat tubuh keseluruhan, akan tetapi 70 persen oksigen serta nutrisi lainnya yang dibutuhkan tubuh manusia digunakan untuk memastikan organ otak berfungsi dengan baik dan benar. Berbeda halnya dengan otot, otak tidak mampu menyimpan nutrisi sebagai cadangan, karena itu otak membutuhkan aliran darah segar untuk dapat bekerja semestinya.

     
    Penyakit stroke ini akan terjadi apabila pasokan darah mengalami hambatan, dan jaringan otak kekurangan darah. Pasalnya apabila otak yang mengalami kekurangan pasokan oksigen dan nutrisi penting dalam kurun waktu 4 menit, maka sel otak akan mati. Adapun dua jenis stroke yang biasanya seringkali menyerang Anda; stroke iskemik dan stroke hemoragik.

     
    Stroke Iskemik


    Jenis stroke ini disebabkan oleh penyumbatan atau aterosklerosis, penumpukan lemak yang mengandung kolesterol dalam pembuluh darah yang disebut dengan plak. Lama-kelamaan penumpukan tersebut dapat menjadi gumpalan yang sangat besar, alhasil menghambat aliran darah. Terkadang gejala stroke singkat dapat timbul karena terganggunya pasokan darah, hal ini biasa disebut dengan gangguan peredaran darah sesaat di otak atau Transient Ischemic Attack (TIA). Sewaktu TIA menyerang, tubuh akan melepaskan enzim yang akan melarutkan gumpalan tersebut dengan cepat, dan memperbaiki kembali aliran darah.

     
    Stroke Hemoragik


    Jenis stroke hemoragik lebih jarang terjadi dibandingkan dengan stroke iskemik, walaupun demikian jenis stroke ini tetap saja sangat mematikan. Tercatat sedikitnya 50 persen penderita stroke hemoragik meninggal dunia, lebih besar dari stroke iskemik yang memiliki persentase 20 persen. Stroke hemoragik terjadi jika terdapat kebocoran, atau pecahnya salah satu pembuluh darah di otak. Darah yang keluar dari pembuluh darah yang bocor tersebut akan mengalir ke jaringan otak di sekitarnya, hal ini menyebabkan kerusakan. Sel-sel otak pada bagian lainnya akan mengalami kekurangan pasokan darah akibat bocoran, sehingga mengalami kerusakan. Salah satu penyebab stroke hemoragik adalah aneurisma (penggelembungan) di salah satu bagian lemah pada dinding pembuluh darah, yang akan terus berkembang bersamaan dengan bertambahnya usia. Adapun faktor keturunan yang dapat menyebabkan stroke jenis ini terjadi, namun penyebab umum dari stroke hemoragik adalah tekanan darah tinggi atau hipertensi.



    Benar faktanya bahwa penyakit stroke ini dikenal sebagai The silent killer, karena diketahui seringkali menyerang tanpa memberikan tanda-tanda ataupun peringatan yang terkadang kita tidak memahami ataupun sadari. Namun sebenarnya, penyakit stroke memiliki beberapa tanda-tanda peringatan sebelum menyerang Anda. Tanda-tanda tersebut meliputi:
     
     
    Tanda-tanda stroke yang jarang kita sadari dan sering diabaikan.


    1. Rasa lemah atau mati rasa mendadak pada wajah, lengan, atau kaki di salah satu sisi tubuh.

    2. Kehilangan pengelihatan, menjadi gelap, dan kabur, terutama pada salah satu mata.

    3. Hilangnya kemampuan bicara, kesulitan berbicara, atau kesulitan memahami pembicaraan.

    4. Sakit kepala yang hebat secara mendadak, tanpa penyebab yang jelas.

    5. Rasa pusing yang sulit untuk dijelaskan, sempoyongan, atau tiba-tiba jatuh, terutama bila disertai dengan salah satu dari gejala yang telah disebutkan di atas.

     
     
    Oleh karena itu, jika Anda mengalami satu ataupun lebih dari tanda-tanda tersebut, segeralah lakukan pemeriksaan. Bisa jadi tanda-tanda tersebut mengisyaratkan bahwa Anda memiliki resiko terserang stroke ataupun gangguan darah otak sesaat.Penyakit stroke dan pengobatannya
     
    Pola hidup yang sehat serta mengkonsumsi makanan yang juga menyehatkan jelas menjadi pilar utama agar terhindar dari serangan stroke ini, akan tetapi jika hal tersebut akan semakin sempurna jika dibarengi dengan melakukan terapi khusus seperti terapi akulaser terapi dengan menggunakan teknologi low-level laser, karena terapi ini terbukti dapat mencegah berbagai penyakit seperti stroke. Selain itu terapi revolusioner ini juga dapat meningkatkan kualitas darah dan pembuluh darah.


    Penyebab Utama Stroke Pada Remaja



    Stroke remaja jarang terjadi. Kelompok usia stroke paling umum adalah orang dewasa di atas usia 65 tahun. Anak-anak dengan masalah kesehatan tertentu dan wanita hamil dapat mengalami peningkatan kecil dalam risiko stroke, tapi pada remaja merupakan masalah yang berbeda.


    Penyebab utama stroke pada remaja


    Remaja yang mengalami stroke sering memiliki satu atau lebih dari masalah medis yang mempengaruhi pembekuan darah dan stroke di antaranya kondisi-kondisi di bawah ini.


    1. Anemia sel sabit


    Anemia sel sabit adalah kondisi darah turunan dan menyebabkan penggumpalan darah yang disebabkan oleh proses disebut ‘sickling,’ atau perubahan karakteristik dalam bentuk sel-sel darah merah dalam menanggapi stres fisik seperti infeksi. Gumpalan darah ini dapat terbentuk di mana saja pada bagian tubuh, dan jika gumpalan darah terbentuk di otak atau dalam perjalanan ke otak, maka akan menyebabkan stroke.


    2. Kelainan pembuluh darah bawaan


    Contohnya seperti aneurisma otak dan malformasi arteri mungkin bisa menyebabkan gumpalan, berdampak pada stroke iskemik, tetapi lebih cenderung akan pecah, menyebabkan stroke hemoragik.


    3. Penyakit jantung atau malformasi jantung


    Dapat mengakibatkan detak jantung yang tidak teratur, masalah fungsi jantung atau serangan jantung, yang semuanya dapat menyebabkan stroke. Penyakit jantung bawaan umumnya didiagnosis pada usia yang sangat dini, tetapi para remaja harus melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur untuk mendeteksi dan menangani jenis masalah yang terjadi.


    4. Hipertensi


    Tidak umum terjadi pada remaja, dan itu biasanya merupakan tanda dari penyakit medis seperti ketidakseimbangan hormon. Hipertensi yang tidak diobati dapat mengganggu pembuluh darah dan dapat menyebabkan penyakit jantung atau stroke.


    5. Infeksi


    Terutama infeksi berat, dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh dan sel-sel darah hingga dapat meningkatkan penggumpalan darah, serta mengakibatkan stroke, mungkin dapat terjadi. Cara terbaik untuk melindungi diri terhadap infeksi serius adalah untuk tetap mengikuti perkembangan imunisasi.


    6. Migrain


    Jarang terkait dengan stroke, tetapi remaja yang menderita migrain mengalami tingkat stroke sedikit lebih tinggi, dan harus melakukan evaluasi medis menyeluruh untuk menentukan apakah migrain benar hanya migrain ringan atau apakah sebenarnya itu adalah mini stroke.


    7. Kanker


    Meningkatkan pembentukan gumpalan darah akibat perubahan fisiologi tubuh dan juga sebagai konsekuensi dari beberapa pengobatan antikanker.penyakit stroke dan pengobatannya

    8. Kolesterol tinggi


    Relatif jarang terjadi pada remaja, tetapi ada beberapa gangguan metabolisme bawaan yang bisa menyebabkan kadar kolesterol darah naik, dan dapat menyebabkan penyakit jantung serta penyakit serebrovaskular, meningkatkan risiko stroke.


    9. Terapi hormon, penggunaan steroid, pil KB, dan kehamilan remaja


    Semua dapat mengubah hormon tubuh, fisiologi pembuluh darah dan fungsi pembekuan darah, meningkatkan risiko stroke.


    10. Trauma kepala, gegar otak atau trauma berat lainnya


    Menyebabkan gangguan dalam tubuh, dan berdampak pada stroke iskemik atau hemoragik bagi orang muda.


    11. Obat-obatan


    Dapat menyebabkan stroke pada usia berapa pun. Penggunaan rokok, minuman energi, pil kafein atau narkoba merupakan faktor-faktor risiko besar untuk stroke.

    Gejala stroke pada remaja

    Tidak umum bagi remaja untuk mengalami stroke. Para remaja mungkin tidak mengeluh terkait gejala-gejala penyakit. Bila anak remaja Anda memiliki gejala berikut, dia sebaiknya mendapatkan perawatan medis segera:
    • Nyeri kepala berat
    • Perubahan penglihatan
    • Lemas
    • Kebingungan
    • Kesulitan berbicara
    • Kesulitan dalam memahami
    • Tingkah laku yang tidak biasa
    • Penurunan kewaspadaan
    • Kesulitan berjalan
    • Keseimbangan yang buruk

    Stroke pada remaja dapat mengubah hidup. Pelajari lebih lanjut terkait bagaimana orang tua dan para remaja mendapatkan pertolongan dan dukungan. Rehabilitasi pasca stroke bisa membantu remaja mencapai hasil terbaik yang dapat mengarah pada kehidupan bahagia, sehat, dan produktif.

    Yuk jaga dan sayngi tutbuh kita , dengan rajin berolahraga , pola makan yang sehat dan teratur , tambahan gizi seimbnag , serta istirahat yang cukup , agar terhindar dari berbagai penyakit yang dapat menyerang tubuh kita , Sahabat Sehat !

     


    votre commentaire
  • Penyebab , Gejala Terjadinya Penyakit Stroke ,Serta Cara Penyembuhannya

    Stroke

    Apa itu  penyakit stroke?

    Penyakit stroke adalah penyakit yang terjadi ketika pasokan darah menuju otak terganggu atau sama sekali berkurang, sehingga jaringan otak kekurangan oksigen dan nutrisi. Dalam beberapa menit, sel-sel otak mulai mati. Penyakit ini merupakan kondisi yang dapat mengancam hidup seseorang dan dapat menimbulkan kerusakan permanen.Gejala penyakit stroke  




    penyakit stroke 



    Ada 3 Jenis Kondisi 

    1. Stroke iskemik



    Penyakit stroke iskemik adalah kondisi yang terjadi ketika pembuluh darah yang menyuplai darah ke area otak terhalang oleh bekuan darah. Jenis penyakit ini bertanggung jawab atas 87 persen dari total kasus penyakit ini



    Bekuan darah sering diakibatkan oleh aterosklerosis, yang merupakan penumpukan timbunan lemak di lapisan dalam pembuluh darah. Sebagian dari timbunan lemak ini bisa lepas dan memblokir aliran darah di otak Anda. Konsepnya mirip dengan serangan jantung, di mana gumpalan darah menghalangi aliran darah ke sebagian jantung Anda.

     
    Kondisi ini bersifat embolik, yang berarti bekuan darah berasal dari bagian lain di tubuh Anda dan kemudian berpindah menuju ke otak, lalu biasanya dari jantung dan arteri besar di dada bagian atas dan leher.



    Diperkirakan 15 persen kasus embolik ini disebabkan oleh kondisi yang disebut fibrilasi atrial In adalah sebuah kondisi yang membuat jantung Anda berdetak tidak teratur. Ini menciptakan kondisi di mana gumpalan bisa terbentuk di jantung, terlepas, dan berjalan ke otak. Bekuan darah yang menyebabkan kondisi ini tidak akan hilang tanpa pengobatan.

     
    2. Stroke hemoragik

     
    Penyakit stroke hemoragik terjadi saat pembuluh darah di otak mengalami kebocoran atau pecah. Stroke hemoragik menyumbang sekitar 13 persen dari total kasus penyakit ini



    Kondisi ini berawal dari pembuluh darah yang melemah, kemudian pecah dan menumpahkan darah ke sekitarnya. Darah yang bocor jadi menumpuk dan menghambat jaringan otak di sekitarnya. Kematian atau koma panjang akan terjadi jika pendarahan berlanjut.



    Ada dua jenis stroke hemoragik. Pertama adalah aneurisma, yang menyebabkan sebagian pembuluh darah melemah hingga mengembang layaknya balon dan kadang pecah. Lalu  lainnya adalah malformasi arteriovenosa, yaitu kondisi pembuluh darah yang terbentuk secara abnormal. Jika pembuluh darah semacam itu pecah, bisa menyebabkan stroke hemoragik.

     
    3. Stroke ringan

     
    Transient ischemic attack (TIA) atau sering disebut stroke ringan adalah kekurangan darah pada sistem saraf yang berlangsung singkat, biasanya kurang dari 24 jam atau bahkan hanya dalam beberapa menit. Kondisi ini terjadi saat bagian otak tidak mendapat pasokan darah yang cukup. Anda memiliki risiko stroke ringan yang lebih tinggi apabila Anda pernah mengalami transient ischemic attack.

     

    Seberapa umumkah penyakit stroke?

    Penyakit stroke dapat terjadi pada golongan usia berapapun. Anda dapat meminimalisir terkena penyakit ini dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.



    Tanda-tanda & gejala

    Apa saja tanda-­tanda dan gejala stroke?


    Gejala stroke cenderung terjadi secara tiba-tiba dan hanya selalu menyerang satu sisi bagian tubuh. Hal ini semakin memburuk dalam jangka waktu 24 sampai 72 jam. Gejala yang biasa terjadi termasuk:
     
    • Sakit kepala tiba-tiba
    • Kehilangan keseimbangan, bermasalah dengan berjalan
    • Kelelahan
    • Kehilangan kesadaran atau koma
    • Vertigo dan pusing
    • Penglihatan yang buram dan menghitam
    • Kelemahan atau mati rasa pada satu sisi bagian tubuh di wajah, tangan, kaki
    • Adanya masalah dengan berbicara dan pendengaran.

    gejala stroke yang lain berikut ini:
     
    • Mati rasa, tidak berdaya, atau perasaan seperti kesemutan yang muncul tiba-tiba atau kehilangan kemampuan untuk menggerakan wajah, lengan, atau kaki terutama jika terjadi hanya pada satu sisi tubuh
    • Perubahan penglihatan secara tiba-tiba
    • Susah bahkan tidak dapat berbicara
    • Pusing secara tiba-tiba dan mengalami kesulitan dalam memahami kalimat sederhana.
    • Bermasalah dengan berjalan dan menyeimbangkan badan.
    • Rasa sakit kepala yang parah dan tidak pernah dirasakan sebelumnya.
    • Anda mengonsumsi aspirin atau obat-obatan yang menghambat pembekuan darah namun
    • Anda melihat adanya tanda-tanda pendarahan.
    • Tersedak, dikarenakan makanan yang jatuh ke dalam tenggorokan.
    • Memiliki tanda-tanda pembekuan darah di pembuluh dalam seperti: merah, panas, dan sakit pada daerah tertentu di lengan atau kaki Anda.
    • Lengan dan kaki semakin menjadi kaku dan tidak bisa diregangkan (spastisitas)


     Jika seseorang memiliki kecenderungan untuk terkena gejala stroke, Anda sebaiknya memperhatikan aktivitasnya untuk menjaga dan membawa mereka ke dokter segera mungkin;

    • Mintalah orang tersebut untuk tersenyum. Periksa apakah satu sisi dari wajahnya tidak bereaksi
    • Mintalah orang tersebut untuk mengangkat kedua tangannya. Perhatikan apabila ada satu tangan yang menggeluyur ke bawah.
    • Mintalah orang tersebut untuk mengulangi kalimat sederhana. Periksa apakah ada kata-kata yang tidak jelas dan apakah kalimat dapat diulang dengan benar.


    Penyebab



    Apa penyebab stroke?


    Penyebab stroke dapat terjadi akibat:
     
    Penyebab stroke iskemik


    Kondisi ini terjadi ketika darah yang membeku menyumbat pembuluh darah. Jenis ini merupakan jenis yang biasa terjadi pada orang lanjut usia.Penyakit stroke dan pengobatannya


    Penyebab stroke hemoragik


    Kondisi ini terjadi ketika pembuluh darah di dalam otak bocor atau pecah sehingga darah mengalir ke dalam otak atau ke permukaan otak. Jenis stroke ini tidak seumum iskemik namun lebih mematikan.


    Penyebab stroke ringan


    Kondisi ini terjadi ketika plak atau darah yang beku  pada pembuluh arteri menghambat pembuluh darah yang memasok darah ke otak. Kondisi ini menyebabkan aliran darah ke otak menjadi tersumbat dan menimbulkan kondisi ini terjadi. 


    Faktor-faktor risiko

    Apa yang meningkatkan saya untuk berisiko terkena kondisi ini?


    Ada banyak faktor risiko penyebab stroke :
    Faktor risiko gaya hidup:

    • Berat badan berlebihan atau obesitas
    • Tubuh yang tidak aktif bergerak
    • Sering dan banyak mengonsumsi alkohol
    • Pengguna obat-obatan terlarang seperti kokain dan metamfetamin.
    • Faktor risiko medis:
    • Tekanan darah yang tinggi – risiko pada kondisi ini dapat memicu tingginya tekanan darah melebihi 120/80 mm Hg. Dokter Anda akan membantu menentukan berapa tekanan darah yang sesuai dengan umur Anda baik Anda memiliki diabetes atau tidak
    • Perokok aktif maupun yang terpapar asap rokok
    • Kolesterol yang tinggi
    • Diabetes
    • Sleep apnea Gangguan tidur di mana tingkat oksigen secara perlahan berkurang jumlahnya selama malam hari ;
    • Penyakit jantung, termasuk gagal jantung, cacat jantung, infeksi jantung, atau ritme jantung yang tidak normal;
    • Faktor lainnya yang berhubungan dengan risiko yang tinggi yaitu :
    • Memiliki sejarah pribadi atau keluarga yang mengalami kondisi ini, serangan jantung, atau stroke ringan
    • Berumur di atas 55 tahun;
    • Jenis kelamin. Laki-laki memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan perempuan. Perempuan biasanya terkena kondisi ini pada usia lanjut, dan lebih rentan terhadap kematian akibat penyakit ini dibandingkan laki-laki. Selain itu, perempuan juga, memiliki risiko dari penggunaan pil KB atau terapi hormon yang termasuk estrogen, juga dalam kondisi kehamilan dan melahirkan .
     
    Tidak memiliki faktor-faktor risiko seperti di atas bukan berarti Anda tidak dapat terkena penyakit ini. Faktor-faktor ini hanya sebagai referensi. Anda sebaiknya konsultasi dengan dokter Anda untuk penjelasan yang lebih rinci.


     
    Penyakit stroke dapat menyebabkan tidak bekerjanya beberapa fungsi tubuh. Seberapa besar kemungkinan seseorang bisa pulih belum bisa diketahui. Banyak orang membutuhkan rehabilitasi seperti terapi bicara, terapi fisik, dan terapi kerja.

     
    Pengobatan juga harus dilakukan pada sejarah kondisi medis penderita seperti tekanan darah tinggi, diabetes, perokok, gaya hidup, dan tingkat kolesterol yang tinggi.

     
    Kondisi lainnya juga harus dicegah dengan cara mengurangi atau menghilangkan penyebab stroke awal pada penderita. Banyak orang dapat melakukan ini dengan penggunaan obat-obatan untuk mencegah penggumpalan darah.

     
    Sering kali, mengonsumsi takaran kecil aspirin setiap hari dapat membantu. Selain itu, kita juga harus mengendalikan tekanan darah yang tinggi dan mengurangi risiko komplikasi lainnya seperti diabetes, tingkat kolesterol yang tinggi, merokok, dan berat badan yang berlebihan. 

     
    Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk mendeteksi penyakit ini?

     
    Dokter akan mendeteksi dan memberikan obat stroke berdasarkan sejarah medis dan pemeriksaan fisik. CT scan atau MRI scan pada otak dapat dilakukan lebih lanjut untuk mengevaluasi bagian otak mana yang terkena gejala stroke dan juga untuk menentukan apakah kondisi yang Anda alami diakibatkan oleh penggumpalan darah atau pecahnya pembuluh darah.

     
    Pemeriksaan aktivitas elektrik pada jantung (elektrokardiogram atau ECG) akan dilakukan untuk mengetahui detak jantung yang tidak beraturan (fibilasi atrium) yang dapat menyebabkan stroke dengan mempermudah penggumpalan darah di jantung dan menyebabkan kondisi ini terjadi.

     
    Terapi stroke


    Setelah mengalami stroke, tak jarang beberapa orang akan melakukan terapi stroke. Ini adalah salah satu cara untuk membantu Anda mempelajari kembali keterampilan yang hilang ketika penyakit ini menyerang bagian otak Anda. Terapi stroke dapat membantu Anda mendapatkan kembali kemandirian dan meningkatkan kualitas hidup Anda.

     
    Hasil penyembuhan atau pemulihan tergantung dengan tingkat keparahan penyakit yang dialami masing-masing pasien. Para peneliti telah menemukan  fakta bahwa orang yang menjalani program terapi stroke bisa sembuh dan kembali normal lebih cepat daripada orang yang tidak melakukan terapi stroke.

     
    Bagaimana cara terapi dilakukan?


    Ada beberapa cara untuk melakukan terapi stroke. Rencana atau perawatan terapi bisa dilakukan tergantung pada bagian tubuh atau jenis kemampuan apa yang melemah karena kondisi ini terjadi. Terapi fisik antara lain:
     
    Latihan keterampilan motorik.

    Latihan-latihan ini dapat membantu meningkatkan kekuatan dan koordinasi otot Anda kembali. Biasanya orang yang melakukan terapi ini adalah orang yang otot lidahnya melemah. Terapi ini bisa memperkuat otot Anda untuk berbicara ataupun menelan.


    Terapi mobilitas.

    Anda mungkin perlu belajar menggunakan alat bantu mobilitas, seperti alat bantu berjalan, tongkat, kursi roda atau penahan pergelangan kaki. Penyangga pergelangan kaki dapat menstabilkan dan memperkuat pergelangan kaki Anda untuk membantu mendukung berat badan Anda saat Anda belajar kembali berjalan.


    Terapi Constraint-induced. 

    Terapi ini dilakukan oleh anggota tubuh lain yang tidak terkena dampak dari kondisi ini. Anggota tubuh yang tidak terkena ini harus membantu anggota tubuh lain untuk meningkatkan fungsinya. Terapi stroke ini kadang-kadang disebut terapi penggunaan paksa.Penyakit stroke dan pengobatannya


    Terapi Range-of-motion.

    Latihan dan perawatan ini bertujuan untuk mengurangi ketegangan otot (kelenturan) dan membantu Anda mendapatkan kembali gerak tubuh yang lentur.


    Terapi pikiran dan emosional juga mungkin dilakukan dengan beberapa jenis berikut:
     
    Terapi  gangguan kognitif.

    Terapi okupatif dan terapi wicara ini dapat membantu Anda dengan kemampuan kognitif yang hilang, seperti memori, pemrosesan, pemecahan masalah, keterampilan sosial, penilaian, dan kesadaran diri Anda Terapi untuk gangguan komunikasi. Terapi wicara dapat membantu Anda mendapatkan kembali kemampuan yang hilang dalam berbicara, mendengar, menulis, dan memahami perkataan lawan bicara.


    Pengobatan psikologis.

    Emosional Anda mungkin akan diuji. Anda mungkin juga memiliki konseling atau berpartisipasi dalam kelompok pendukung yang juga pernah mengalami kondisi ini. 



    Obat alternatif. 

    Perawatan seperti pijat, akupunktur, dan terapi oksigen mungkin bisa menjadi salah satu terapi pada penderita kondisi ini.


    Kapan terapi mulai bisa dilakukan?


    Semakin cepat Anda memulai terapi, semakin besar kemungkinan Anda untuk mendapatkan kembali kemampuan dan keterampilan yang hilang.

     
    Makanan untuk penderita stroke


    Umumnya, pasien dengan kondisi ini tidak mampu mengunyah atau menelan makanan dengan baik. Oleh karena itu, perencanaan diet bagi pasien harus sangat diperhatikan.

     
    Ketika seseorang terkena kondisis dan harus menjalani pengobatan di rumah sakit, biasanya makanan yang harus dikonsumsi akan diatur oleh ahli gizi yang termasuk dalam tim medisnya.



    Pasien yang mengalami kondisi ini, harus menjalani prinsip diet tertentu yang sesuai dengan kondisinya. Ada beberapa jenis kondisi ini dari stroke ringan hingga berat. Tentunya, setiap jenis kondisi ini akan membutuhkan makanan yang berbeda-beda. Berikut tips aturannya:
     
    1. Batasi konsumsi garam
     
    Bagi Anda yang memiliki riwayat penyakit ini, maka sebaiknya hindari penggunaan garam yang berlebihan serta konsumsi makanan atau minuman yang mengandung natrium tinggi. Jumlah natrium yang tinggi yang ada di dalam garam serta makanan kemasan merupakan salah satu pemicu munculnya gangguan pembuluh darah yang terjadi pada Anda.
     
    2. Pilih makanan dengan lemak sehat
     
    Lemak jenuh yang tinggi di dalam tubuh, hanya akan membuat kadar kolesterol naik. Hal ini yang kemudian membuat seseorang rentan terkena kondisi ini atau serangan jantung mendadak.

     
    Oleh karena itu, mulai sekarang hindarilah makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi, contohnya makanan yang digoreng deep frying, gajih pada daging, jeroan, serta kulit ayam. Sebagai gantinya, makanan untuk kondisi ini yang baik dikonsumsi yaitu kacang-kacangan yang mengandung lemak baik, seperti kacang almond.
     
    3. Atur porsi makan sesuai
     
    Jika memang Anda mengalami masalah sulit makan, maka sebaiknya kurangi porsi namun perbanyak frekuensi makan Anda dalam satu hari. sesuaikan makanan yang dikonsumsi dengan kebutuhan kalori yang Anda miliki. Bila bingung, Anda dapat berkonsultasi pada ahli gizi dalam membuat perencanaan diet yang benar selama dan setelah terapi.

     
    Pengobatan di rumah


    Apa saja ­perubahan gaya hidup atau obat stroke yang bisa dilakukan di rumah?
     
    Berikut adalah gaya hidup dan perawatan obat stroke di rumah yang dapat membantu Anda mengatasi penyakit stroke:
     
    • Berhenti merokok
    • Minumlah obat-obatan yang diberikan oleh dokter Anda
    • Olahraga sesuai dengan petunjuk dokter Anda
    • Makanlah makanan yang mengandung sedikit lemak dan kurangi meminum minuman beralkohol minimal satu kali sehari
    • Kendalikan tekanan darah, tingkat kolesterol dan diabetes Anda.


    Yuk jaga dan sayangi tubuh kita , dengan rajin berolahraga , pola makan yang sehat dan teratur , tambahan gizi seimbang , serta istirahat yang cukup , agar terhindar dari berbagai penyakit yang dapat menyerang tubuh kita , Sahabat Sehat !


    votre commentaire
  • Faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Penyakit Stroke dan Cara Pengobatannya

    Pengertian Stroke


    Stroke adalah suatu kejadian rusaknya sebagian dari otak. Terjadi jika pembuluh darah arteri yang mengalirkan darah ke otak tersumbat, atau jika robek atau bocor.Pengertian Stroke


     

     





    Stroke, atau cerebrovascular accident (CVA), adalah hilangnya fungsi-fungsi otak dengan cepat, karena gangguan suplai darah ke otak. Hal ini dapat terjadi karena iskemia (berkurangnya aliran darah) dikarenakan oleh penyumbatan (thrombosis, arterial embolism), atau adanya haemorrhage (pendarahan). Stroke iskemik yang biasanya disebabkan oleh diabetes menjadi mayoritas pada penderita stroke dan bisa mencapai 85 persen, sedangkan stroke pendarahan hanya 15 persen, tetapi stroke pendarahan dapat menyebabkan kematian pada 40 persen pasiennya. Yang perlu diperhatikan juga adalah stroke iskemik ringan yang gejalanya mirip stroke, tetapi akan hilang dengan sendirinya dalam 24 jam (transient ischemic attacks (TIA)). Hal ini terjadi karena penyumbatan pembuluh darah hanya terjadi sementara. Tetapi bagaimanapun, jika hal ini terjadi, maka kemungkinan terjadinya stroke berikutnya yang lebih berat dapat terjadi. Di Indonesia, stroke terjadi pada 12 dari 1.000 orang dan satu dari 7 pasien yang mengalami stroke akan meninggal.obat ampuh atasi stroke



    Karenanya, daerah yang terkena stroke tidak dapat berfungsi seperti seharusnya. Gejala-gejalanya termasuk: hemiplegia (ketidakmampuan untuk menggerakkan satu atau lebih anggota badan dari salah satu sisi badan, aphasia (ketidakmampuan untuk mengerti atau berbicara), atau tidak mampu untuk melihat salah satu sisi dari luas pandang (visual field).


    Stroke memerlukan tindakan darurat medis (medical emergency) pada masa emasnya (golden period) yang maksimum hanya berlangsung beberapa jam saja setelah terjadinya stroke. Hal ini diperlukan untuk mencegah terjadinya kerusakan tetap atau kerusakan yang lebih parah. Dan jika tidak ditangani, bahkan bisa mengakibatkan kematian. Stroke adalah penyebab ketiga terbesar kematian dan yang yang pertama dalam menyebabkan kecacatan pada dewasa di Amerika Serikat dan Eropa.

    Faktor Terjadinya Stroke



    Faktor-faktor yang meningkatkan risiko terjadinya stroke adalah: usia, tekanan darah tinggi, stroke sebelumnya, diabetes, kolesterol tinggi, merokok, atrial fibrillation, migraine dengan aura, dan thrombophilia (cenderung thrombosis). Dari semua faktor-faktor tersebut yang paling mudah dikendalikan adalah tekanan darah tinggi dan merokok. 80 persen stroke dapat dihindari dengan pengelolaan faktor-faktor risiko.

    Macam-Macam Stroke

    Stroke dibagi menjadi dua jenis yaitu stroke iskemik maupun stroke hemorragik. 

    Deteksi secepatnya dalam masa 'Golden Period' beberapa jam setelah serangan stroke sangat berarti bagi kesehatan pasien pasca stroke. Stroke iskemik, karena penyumbatan harus diberikan obat pengencer darah untuk melancarkan sumbatan dalam waktu tidak lebih dari 3 jam setelah serangan stroke, sedangkan stroke hemorragik dimana terjadi pendarahan harus segera dilakukan pembedahan untuk membersihkan darah dari otak. Jika terlambat penangannya, maka pasien akan menderita pasca stroke yang lebih berat.



    Stroke hemorragik

    Dalam stroke hemorragik, pembuluh darah pecah sehingga menghambat aliran darah yang normal dan darah merembes ke dalam suatu daerah di otak dan merusaknya. Pendarahan dapat terjadi di seluruh bagian otak seperti caudate putamen; talamus; hipokampus; frontal, parietal, dan occipital cortex; hipotalamus; area suprakiasmatik; cerebellum; pons; dan midbrain.Hampir 70 persen kasus stroke hemorrhagik menyerang penderita hipertensi.



    Macam-macam stroke hemorragik


    Stroke hemorragik terbagi menjadi subtipe intracerebral hemorrhage (ICH)subarachnoid hemorrhage (SAH), cerebral venous thrombosis, dan spinal cord stroke. ICH lebih lanjut terbagi menjadi parenchymal hemorrhage, hemorrhagic infarction, dan punctate hemorrhage.



    Stroke iskemik

    Dalam stroke iskemik, penyumbatan bisa terjadi di sepanjang jalur pembuluh darah arteri yang menuju ke otak. Darah ke otak disuplai oleh dua arteria karotis interna dan dua arteri vertebralis. Arteri carotis interna merupakan cabang dari arteri carotis communis sedangkan arteri vertebralis merupakan cabang dari arteri subclavia.



    Patofisiologi

    Hingga saat ini patofisiologi stroke merupakan studi yang sebagian besar didasarkan pada serangkaian penelitian, terhadap berbagai proses yang saling terkait, meliputi kegagalan energi, hilangnya homeostasis ion sel, asidosis, peningkatan kadar Ca2+ sitosolik, eksitotoksisitas, toksisitas dengan radikal bebas, produksi asam arakidonat, sitotoksisitas dengan sitokina, aktivasi sistem komplemen, disrupsi sawar darah otak, aktivasi sel glial dan infiltrasi leukosit.

    Pusat area otak besar yang terpapar iskemia akan mengalami penurunan aliran darah yang dramatis, menjadi cedera dan memicu jenjang reaksi seperti lintasan eksitotoksisitas yang berujung kepada nekrosis yang menjadi pusat area infark dikelilingi oleh penumbra/zona peri-infarksi. Menurut morfologi, nekrosis merupakan bengkak seluler akibat disrupsi inti sel, organel, membran plasma, dan disintegrasi struktur inti dan sitoskeleton.



    Di area penumbra, apoptosis neural akan berusaha dihambat oleh kedua mekanisme eksitotoksik dan peradangan,oleh karena sel otak yang masih normal akan menginduksi sistem kekebalan turunan untuk meningkatkan toleransi jaringan otak terhadap kondisi iskemia, agar tetap dapat melakukan aktivitas metabolisme. Protein khas CNS seperti pancortin-2 akan berinteraksi dengan protein modulator aktin, Wiskott-Aldrich syndrome protein verprolin homologous-1 (WAVE-1) dan Bcl-xL akan membentuk kompleks protein mitokondrial untuk proses penghambatan tersebut.

     
    Riset terkini menunjukkan bahwa banyak neuron di area penumbra dapat mengalami apoptosis setelah beberapa jam/hari sebagai bagian dari proses pemulihan jaringan pasca stroke dengan 2 lintasan, yaitu lintasan ekstrinsik dan lintasan intrinsik.

     
    Iskemia tidak hanya mempengaruhi jaringan parenkima otak, namun berdampak pula kepada sistem ekstrakranial. Oleh karena itu, stroke akan menginduksi imunosupresi yang dramatis melalui aktivasi berlebih sistem saraf simpatetik, sehingga memungkinkan terjadinya infeksi bakterial seperti pneumonia.



    Eksitotoksisitas asam glutamat


    Asam glutamat merupakan asam amino neurotransmiter eksitatorial utama di otak, akan menumpuk di ruang ekstraselular dan mengaktivasi pencerapnya. Aktivasi pencerap glutamat akan mempengaruhi konsentrasi ion intraselular, terutama ion Na+ dan Ca2+. Peningkatan influx ion Na+ dapat membuat sel menjadi cedera pada awal mula terjadinya iskemia, namun riset menunjukkan bahwa sebagian besar kerusakan sel yang ditimbulkan oleh toksisitas asam glutamat saat terjadi iskemia lebih disebabkan oleh peningkatan berlebih influx ion kalsium intraselular yang kemudian menimbulkan efek toksik.



    Stres oksidatif


    Sepanjang proses stroke, terjadi peningkatan radikal bebas seperti anion superoksida, radikal hidroksil dan NO. Sumber utama senyawa radikal bebas turunan oksigen yang biasa disebut spesi oksigen reaktif dalam proses iskemia adalah mitokondria. Sedangkan produksi senyawa superoksida saat pasca iskemia adalah metabolisme asam arakidonat melalui lintasan siklo-oksigenase dan lipo-oksigenase. Radikal bebas juga dapat diproduksi oleh sel mikroglia yang teraktivasi dan leukosit melalui sistem NADPH oksidase segera setelah terjadi reperfusi di jaringan iskemik. Oksidasi tersebut akan menyebabkan kerusakan lebih lanjut di jaringan dan merupakan molekul yang penting untuk memicu apoptosis setelah stroke iskemik.

     
    NO umumnya dihasilkan dari L-arginina dengan salah satu isoform NO sintase, dan merupakan kluster diferensiasi neuron di seluruh bagian otak dengan sebutan nNOS. Aktivasi nNOS memerlukan kalsium/kalmodulin. Di sisi lain, ekspresi iNOS (bahasa Inggris: inducible NOS) terdapat di sel radang seperti sel mikroglia dan monosit. Kedua isoform nNOS dan iNOS memiliki peran yang merusak otak pada rentang waktu iskemia. Namun isoform yang ketiga eNOS (bahasa Inggris: endothelial NOS) memiliki efek vasodilasi dan tidak bersifat merusak.

     
    Aktivasi pencerap NMDA saat iskemia akan menstimulasi produksi NO oleh nNOS. NO yang terbentuk akan masuk ke dalam sitoplasma dan bereaksi dengan superoksida dan menghasilkan sejenis spesi oksigen yang sangat reaktif yaitu peroksinitrita (ONOO-).



    Pasca iskemia, kedua jenis spesi oksigen reaktif dan spesi nitrogen reaktif kemudian berperan untuk mengaktivasi beberapa lintasan metabolisme seperti radang, apoptosis, dan penurunan pasokan oksigen yang berdampak kepada peningkatan asam laktat melalui glikolisis anaerobik atau asidosis. Selain itu, akan tampak ekspresi gen iNOS di sel vaskular maupun sel yang mengalami peradangan dan ekspresi gen COX-2 di sel saraf di area antara infark dan penumbra. Kedua gen radang ini akan meningkatkan kerusakan iskemik.

     
    Selain menghasilkan berbagai senyawa ROS, lintasan asidosis juga turut serta dalam proses sintesis protein intraselular. Peroksidasi lipid di membran sel yang menginduksi apoptosis terhadap neuron, akan menghasilkan senyawa aldehida yang disebut 4-hidroksinonenal (4-HNE) yang akan bereaksi dengan transporter membran seperti Na+/K+ ATPase, transporter glutamat dan transporter glukosa.

     
    Kerusakan di transporter membran, yang menyebabkan influx berlebih ion Ca2+ dan radikal bebas, lebih lanjut akan mengaktivasi faktor transkripsi neuroprotektif seperti NF-κB, HIF-1 dan IRF-1. Aktivasi faktor transkripsi ini akan menginduksi produksi sitokina radang seperti IL-1, IL-6, TNF-α, kemokina seperti IL-8, MCP-1, molekul adhesi sel seperti selektin, ICAM-1, VCAM-1 dan gen pro-radang lainnya seperti IIP-10.

     
    Disfungsi sawar darah otak


    Sawar darah otak yang merupakan jaringan endotelium di otak akan merespon kondisi cedera akibat stroke dengan meningkatkan permeabilitas dan menurunkan fungsi sawarnya, bersamaan dengan degradasi lamina basal di dinding pembuluhnya. Oleh sebab itu, pada kondisi akut, stroke akan meningkatkan interaksi antara sel endotelial otak dengan sel ekstravaskular seperti astrosit, mikroglia, neuron, dengan sel intravaskular seperti keping darah, leukosit; dan memberikan kontribusi lebih lanjut pada proses peradangan, disamping perubahan sirkulasi kadar ICAM-1, trombomodulin, faktor jaringan dan tissue factor pathway inhibitor. Disfungsi endotelial yang menyebabkan defisiensi sawar darah otak, impaired cerebral autoregulation dan perubahan protrombotik dipercaya merupakan penyebab cerebral small vessel disease (SVD). Penderita (SVD) dapat mengalami infark lakunar, atau dengan disertai leukoaraiosis.

     
    Infiltrasi leukosit


    Di jaringan otak terdapat beberapa populasi sel dengan kapasitas untuk mensekresi sitokina setelah terjadi stimulasi iskemia, yaitu sel endotelial, astrosit, sel mikroglia dan neuron.

     
    Peran respon peradangan pasca iskemia dilakukan oleh sel mikroglia, terutama di area penumbra dengan sekresi sitokina pro-radang, metabolit dan enzim toksik. Selain itu, sel mikroglia dan astrosit juga mensekresi faktor neuroprotektif seperti eritropoietin, TGFβ1, dan metalotionein-2.penyakit stroke dan pengobatannya


    Pendarahan


    Pada percobaan terhadap hewan kelinci, setidaknya sitokina TNF-α atau antibodinya berperan atas terjadinya pendarahan setelah terjadi stroke iskemik yang diinduksi oleh klot. Dalam hal ini terjadi peningkatan prognosis terjadinya pendarahan dari 18,5% menjadi 53,3% dan peningkatan volume pendarahan hingga 87%. Disamping itu, penggunaan tissue plasminogen activator (tPA) dengan dosis standar 3,3 mg/kg akan meningkatkan kemungkinan pendarahan dari 18,5% menjadi 76,5%, efek tPA ini dapat diredam dengan penggunaan antibodi anti-TNFα. Pemberian EPO setelah 6 jam serangan stroke akan memperburuk pendarahan yang diinduksi tPA dengan mediasi MMP-9, NF-κB dan interleukin-1 receptor-associated kinase-1 (IRAK-1).
     

    Pada hewan tikus, TNF-α akan menginduksi ekspresi MMP-9 yang menurunkan kadar protein dalam sawar darah otak seperti okludin, dan meningkatkan permeabilitas pada pembuluh kapiler otak. MMP-9 kemudian memodulasi, Gelatinase A untuk membuka sawar darah otak. Pendarahan yang terjadi kemudian direspon tubuh dengan memproduksi urokinase-type plasminogen activator (uPA). Ekspresi MMP-9 juga dapat diinduksi oleh;

    • lipopolisakarida.
    • Faktor risiko
    • Merokok
    • Alkohol
    • Diet
    • tingginya kadar kolesterol
    • Riwayat keluarga 
    • Hipertensi
     
    Fibrilasi atrial


    Fibrilasi atrial merupakan indikasi terjadinya kardioembolisme, sedangkan kardioembolisme merupakan 20% penyebab stok iskemik.Kardioembolisme terjadi akibat kurangnya kontraksi otot jantung di bilik kiri, disebut stasis, yang terjadi oleh penumpukan konsentrasi fibrinogen, D-dimer dan faktor von Willebrand. Hal ini merupakan indikasi status protrombotik dengan infark miokardial, yang pada gilirannya, akan melepaskan trombus yang terbentuk, dengan konsekuensi peningkatan risiko embolisasi di otak. Sekitar 2,5% penderita infark miokardial akut akan mengalami stroke dalam kurun waktu 2 hingga 4 minggu, 8% pria dan 11% wanita akan mengalami stroke iskemik dalam waktu 6 tahun, oleh karena disfungsi dan aneurysm bilik kiri jantung.

     
    Aterosklerosis


    Penelitian mengenai lintasan aterogenesis yang memicu aterosklerosis selama ini terfokus kepada pembuluh nadi koroner, namun proses serupa juga terjadi di otak dan menyebabkan stroke iskemik. Aterosklerosis dapat menyerang pembuluh nadi otak seperti pembuluh karotid, pembuluh nadi di otak tengah, dan pembuluh basilar, atau kepada pembuluh arteriol otak seperti pembuluh lenticulostriate, basilar penetrating, dan medullary. Beberapa riset menunjukkan bahwa mekanisme aterosklerosis yang menyerang pembuluh nadi dapat sedikit berbeda dengan mekanisme kepada pembuluh arteriol.

     
    Aterosklerosis intrakranial dianggap sebagai kondisi yang sangat jarang terjadi. Hasil otopsi infark otak dari 339 penderita stroke yang meninggal akibat aterosklerosis intrakranial, ditemukan 62,2% plak intrakranial dan 43,2% stenosis intrakranial. Hasil otopsi oleh National Cardiovascular Center, Osaka, Jepang terhadap 142 penderita stroke yang meninggal dalam waktu 30 hari sejak terhitung sejak terjadi serangan iskemia, menunjukkan bahwa kedua jenis trombus yang kaya akan keping darah dan yang kaya akan fibrin berkembang di culprit plaque di dalam pembuluh nadi otak merupakan faktor utama penyebab stroke aterotrombotik. 70% kasus stroke kardioembolik menunjukkan keberadaan trombus sebagai sumber potensial terbentuknya emboli di jantung atau pembuluh balik terhadap penderita patent foramen ovale dan tetralogy of Fallot. Umumnya trombus yang kaya akan keping darah yang mengendap di pembuluh balik jantung, akan terlepas dan membentuk emboli di pembuluh nadi otak.

     
    Diabetes mellitus


    Berdasarkan studi hasil otopsi, penderita diabetes mellitus rentan terhadap infark lakunar dan cerebral small vessel disease. Studi epidemiologi menunjukkan bahwa diabetes merupakan faktor risiko bagi stroke iskemik. Patogenesis stroke yang dipicu tampaknya dimulai dari reasi berlebih glikasi dan oksidasi, disfungsi endotelial, peningkatan agregasi keping darah, defisiensi fibrinolisis dan resistansi insulin. Dalam hewan tikus, stroke iskemik yang terjadi dalam diabetes mellitus akan memicu stroke hemorragik yang disertai dengan peningkatan enzim MMP-9 di otak yang memperburuk kondisi leukoaraiosis.

     
    Transient Ischemic Attack (TIA)


    Transient ischemic attack (TIA), disebut juga acute cerebrovascular syndrome (ACVS), adalah salah satu faktor risiko dari stroke iskemik.

     
    TIA dapat dijabarkan sebagai episode singkat disfungsi neurologis yang biasanya terjadi akibat gangguan vaskular, berupa simtoma iskemia di otak atau retina yang berlangsung kurang dari 24 jam, atau kurang dari 1 jam, tanpa meninggalkan bekas berupa infark serebralakut.



    Dari sudut pandang lain, oleh karena stroke merupakan defisiensi neurologis akibat perubahan aliran darah di jaringan otak, maka TIA dapat dikatakan sebagai indikasi atau simtoma yang ditimbulkan dari perubahan aliran darah otak yang tidak dapat dideteksi secara klinis dalam waktu 24 jam.



    TIA tidak selalu menjadi indikasi akan terjadinya stroke di kemudian hari, dan jarang sekali dikaitkan dengan stroke hemorragik primer. Dalam populasi manusia yang telah beranjak tua, TIA diinduksi oleh terhalangnya aliran darah di pembuluh darah besar terutama akibat aterotrombosis, namun dalam penderita yang berusia di bawah 45 tahun TIA umumnya disebabkan oleh robeknya pembuluh darah (bahasa Inggris: arterial dissection), migrain dan obat-obatan sympathomimetic. TIA juga dapat disebabkan oleh :
     
    • Large artery atherothrombosis with distal flow reduction
    • Arteriosklerosis di pembuluh darah kecil ("lacunar TiAs")
    • Emboli Kardiogenic dan emboli antar-arteri
    • Vasospasma
    • Vaskulitis
    • Sludging-polycythemia. sickle cell anemia. Trombositemia dan sejenisnya
    • Hypercoaguable states-puerperium. oral contraceptive use. 'sticky platelet syndrome" dan sejenisnya
    • Meningitis
    • Cortical vein thrombosis-dehydration. Puerperium. Infection. Neoplasma dan sejenisnya
    • Displasia fibromuskular
    • Sindrom Moyamoya
    Arteritis Takayasu


    Namun beberapa kondisi lain dapat menimbulkan gejala yang sangat serupa dengan TIA, seperti focal seizure activity, migraine (?"spreading depression"), compressive mononeuropathies (carpal tunnel syndrome. ulnar elbow compression and so forth), sindrom Adams-Stokes, tumor otak dengan gejala neurologik transien, hematoma subdural, Demyelinating disease, hipoglisemia, hiperglisemia, primary ocular disease-glaucoma, vitreal hemorrhage. floaters and the like, functional disorders-conversion hysteria, malingering, hiperventilasi.
     
     
    Deteksi dini


    Deteksi dini kemungkinan terjadinya stroke, bukanlah diagnosis, tetapi merupakan cara untuk mengetahui kemungkinan terjadinya stroke yang harus ditindak lanjuti dengan pemeriksaan lanjutan. Jika seseorang tidak dapat berdiri dengan satu kaki selama 20 detik, maka ada kemungkinan (akan) terjadinya stroke atau kemunduran kognitif, karena untuk melakukan tugas itu diperlukan keseimbangan yang memerlukan peredaran darah yang prima ke otak. Hal ini telah diungkapkan pada jurnal Stroke American Heart Association. Semakin sulit berdiri dengan hanya satu kaki, semakin tinggi (akan) kemungkinan terjadinya stroke.
     

    Diagnosis

     
    Diagnosis stroke adalah secara klinis beserta pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan antara lain CT scan kepala, MRI. Untuk menilai kesadaran penderita stroke dapat digunakan Skala Koma Glasgow. Untuk membedakan jenis stroke dapat digunakan berbagai sistem skor, seperti Skor Stroke Siriraj, Algoritme Stroke Gajah Mada, atau Algoritme Junaedi.



    Simtoma klinis


    Fitur stroke iskemik yang sangat umum, menurut Uniformed Services University of the Health Sciences, masih berdasar kepada banyaknya hasil diagnosis pemeriksaan fisik terhadap penderita yang dirangkum dalam satu kurun waktu. USUHS merangkumnya menjadi tabel berikut agar dapat digunakan masyarakat awam untuk mengenali gejala klinis stroke sedini mungkin. Dan bagi tenaga medis profesional, The National Institute of Health telah membuat tabel skala strok sebagai panduan guna melakukan diagnosis dalam waktu kurang dari sekitar 5 hingga 10 menit.penyakit stroke dan pengobatannya
     
     

    Penanganan

    Penderita stroke akut biasanya diberikan SM-20302, atau microplasmin, oksigen, dipasang infus untuk memasukkan cairan dan zat makanan, kemudian diberikan manitol atau kortikosteroid untuk mengurangi pembengkakan dan tekanan di dalam otak, akibat infiltrasi sel darah putih. Penelitian terakhir menunjukkan bahwa kelumpuhan dan gejala lainnya bisa dicegah atau dipulihkan jika recombinan tissue plasminogen activator (rtPA) atau streptokinase yang berfungsi menghancurkan emboli diberikan dalam waktu 3 jam,setelah timbulnya stroke. Trombolisis dengan rtPA terbukti bermanfaat pada manajemen stroke akut, walaupun dapat meningkatkan risiko pendarahan otak, terutama pada area sawar darah otak yang terbuka.
     
     
    Metode perawatan hemodilusi dengan menggunakan albumin masih kontroversial, namun penelitian oleh The Amsterdam Stroke Study memberikan prognosis berupa penurunan angka kematian dari 27% menjadi 16%, peningkatan kemandirian aktivitas dari 35% menjadi 48%, saat 3 bulan sejak terjadi serangan stroke akut.



    Pemulihan

    Serangan stroke terkait dengan keterbatasan pulihnya fungsi otak, meskipun area peri-infark menjadi lebih bersifat neuroplastik sehingga memungkinkan perbaikan fungsi sensorimotorik melakukan pemetaan ulang di area otak yang mengalami kerusakan. Di tingkat seluler, terjadi dua proses regenerasi dalam korteks peri-infark, akson akan mengalami perubahan fenotipe dari neurotransmiter ke dalam status regeneratif, dan menjulurkan tangkainya untuk membuat koneksi baru di bawah pengaruh trombospondin,, laminin, dan NGF hasil sekresi sel Schwann, dan terjadi migrasi sel progenitor neuron ke dalam korteks peri-infark. Hampir sepanjang 1 bulan sejak terjadi serangan stroke, daerah peri-infark akan mengalami penurunan molekul penghambat pertumbuhan. Pada rentang waktu ini, neuron akan mengaktivasi gen yang menstimulasi pertumbuhan, dalam ritme yang bergelombang. Neurogenesis saling terkait dengan angiogenesis juga terjadi bergelombang yang diawali dengan migrasi neuroblas dengan ekspresi GFAP,yang berada dalam zona subventrikular ke dalam korteks peri-infark. Migrasi ini dimediasi oleh beberapa senyawa antara lain eritropoietin, stromal-derived factor 1 (SDF-1) dan angiopoietin-1, hingga menghasilkan neuroblas dengan jarak tempuh migrasi yang lebih panjang dan rentang waktu sitokinesis yang lebih pendek.



    Pencegahan

    Dalam manusia tanpa faktor risiko stroke dengan umur di bawah 65 tahun, risiko terjadinya serangan stroke dalam 1 tahun berkisar pada angka 1%. Setelah terjadinya serangan stroke ringan atau TIA, penggunaan senyawa anti-koagulan seperti warfarin, salah satu obat yang digunakan untuk penderita fibrilasi atrial, akan menurunkan risiko serangan stroke dari 12% menjadi 4% dalam satu tahun. Sedangkan penggunaan senyawa anti-keping darah seperti aspirin, umumnya pada dosis harian sekitar 30 mg atau lebih, hanya akan memberikan perlindungan dengan penurunan risiko menjadi 10,4%. Kombinasi aspirin dengan dipyridamole memberikan perlindungan lebih jauh dengan penurunan risiko tahunan menjadi 9,3%.

     
    Cara yang terbaik untuk mencegah terjadinya stroke adalah dengan mengidentifikasi orang-orang yang berisiko tinggi dan mengendalikan faktor risiko stroke sebanyak mungkin, seperti kebiasaan merokok, hipertensi, dan stenosis di pembuluh karotid, mengatur pola makan yang sehat dan menghindari makanan yang mengandung kolesterol jahat (LDL), serta olaraga secara teratur. Stenosis merupakan efek vasodilasi endotelium yang umumnya disebabkan oleh turunnya sekresi NO oleh sel endotelial, dapat diredam asam askorbat yang meningkatkan sekresi NO oleh sel endotelial melalui lintasan NO sintase atau siklase guanilat, mereduksi nitrita menjadi NO dan menghambat oksidasi LDLdi lintasan aterosklerosis.

     
    Biasanya di Indonesia CT Scan dan MRI baru dilakukan, setelah terjadinya stroke. Jarang angiography menggunakan kedua alat itu untuk mendeteksi kemungkinan terjadinya stroke dilakukan. Sekarang ini sudah mulai banyak laboratorium klinik, klinik stroke, pembuluh darah dan penyakit kardiovaskular yang memiliki Transcranial Doppler,karena alatnya kecil/portabel dan relatif murah dengan biaya pemeriksaan menggunakan alat itu hanya sekitar Rp 500.000 atau seperempat sampai seperdelapan biaya penggunaan CT Scan atau MRI. Transcranial doppler tidak seakurat kedua alat yang mahal tersebut, tetapi salah satu keuntungannya, yaitu tidak mengandung radiasi, sehingga dapat dilakukan secara berulang, misalnya untuk pamantauan selama dan sesudah/pasca stroke dan juga dapat dilakukan pada pasien yang kritis, tidak sadar, di ruang ICU.Mengingat biayanya yang relatif murah, maka pemantauan kemungkinan terjadinya stroke juga sudah banyak dilakukan menggunakan Transcranial doppler, terutama di Amerika Serikat.

     
    Yuk jaga dan sayangi tubuh kita , dengan rajin berolahraga , pola makan yang sehat dan teratur , tambahan gizi seimbang , serta istirahat yang cukup , agar terhindar dari berbagai penyakit yang dapat menyerang tubuh kita , Sahabat Sehat !

    votre commentaire
  • Pengertian  , Gejala , Penyebab , Diagnosis , Pengobatan dan Pencegahan  pada  Penyakit Stroke

     

    Pengertian Stroke

         

    Stroke adalah kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke otak terganggu atau berkurang akibat penyumbatan (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). Tanpa darah, otak tidak akan mendapatkan asupan oksigen dan nutrisi, sehingga sel-sel pada sebagian area otak akan mati. Kondisi ini menyebabkan bagian tubuh yang dikendalikan oleh area otak yang rusak tidak dapat berfungsi dengan baik.

     

     

                                     f:id:rofiqohdenature:20181229153910j:plain



    Stroke adalah keadaan darurat medis karena sel otak dapat mati hanya dalam hitungan menit. Tindakan penanganan secara cepat dapat meminimalkan tingkat kerusakan otak dan kemungkinan munculnya komplikasi.Cara atasi stroke

     

    Menurut riset kesehatan dasar yang diselenggarakan oleh Kementrian Kesehatan RI pada tahun 2013, di Indonesia terdapat lebih dari 2 juta penduduk, atau 12 dari 1000 penduduk, menderita stroke dengan persentase terbesar berasal dari provinsi Sulawesi Selatan. Selain itu, stroke juga merupakan pembunuh nomor 1 di Indonesia, lebih dari 15% kematian di Indonesia disebabkan oleh stroke. Stroke iskemik memiliki kejadian yang lebih sering dibandingkan dengan stroke hemoragik, namun stroke hemoragik membunuh lebih sering dibandingkan dengan stroke iskemik. Hipertensi yang diikuti dengan diabetes dan kolesterol tinggi merupakan kondisi yang paling sering meningkatkan risiko terjadinya stroke di Indonesia.

     

    Gejala Stroke

         

    Setiap bagian tubuh dikendalikan oleh bagian otak yang berbeda-beda, sehingga gejala stroke tergantung pada bagian otak yang terserang dan tingkat kerusakannya. Gejala atau tanda stroke bervariasi pada setiap orang, namun umumnya muncul secara tiba-tiba. Ada 3 gejala utama stroke yang mudah untuk diingat, yaitu:

     

    • Face (wajah). Wajah akan terlihat menurun pada satu sisi dan tidak mampu tersenyum karena mulut atau mata terkulai.
    • Arms (lengan). Orang dengan gejala stroke tidak mampu mengangkat salah satu lengannya karena terasa lemas atau mati rasa. Tidak hanya lengan, tungkai yang satu sisi dengan lengan tersebut juga mengalami kelemahan.
    • Speech (cara bicara). Ucapan tidak jelas, kacau, atau bahkan tidak mampu berbicara sama sekali meskipun penderita terlihat sadar.

     

    Selain itu, ada beberapa gejala dan tanda stroke lain yang mungkin muncul, antara lain:

    • Mual dan muntah.
    • Sakit kepala hebat yang datang secara tiba-tiba, disertai kaku pada leher dan pusing berputar (vertigo).
    • Penurunan kesadaran.
    • Sulit menelan (disfagia), sehingga mengakibatkan tersedak.
    • Gangguan pada keseimbangan dan koordinasi.
    • Hilangnya penglihatan secara tiba-tiba atau penglihatan ganda.

     

    Penyebab Stroke

         

    Berdasarkan penyebabnya, ada dua jenis stroke, yaitu:

     

    Stroke iskemik. 

     

    Sekitar 80% stroke adalah jenis stroke iskemik. Stroke iskemik terjadi ketika pembuluh darah arteri yang membawa darah dan oksigen ke otak mengalami penyempitan atau terhambat, sehingga menyebabkan aliran darah ke otak sangat berkurang. Kondisi ini disebut juga dengan iskemia. Stroke iskemik dapat dibagi lagi ke dalam 2 jenis, di antaranya:

     

    1.Stroke trombotik

     

    yaitu stroke yang terjadi ketika gumpalan darah terbentuk di salah satu pembuluh darah arteri yang memasok darah ke otak. Pembentukan gumpalan darah ini disebabkan oleh timbunan lemak atau plak yang menumpuk di arteri (aterosklerosis) dan menyebabkan menurunnya aliran darah.

     

    2.Stroke embolik

     

    yaitu stroke yang terjadi ketika gumpalan darah atau gumpalan yang terbentuk di bagian tubuh lain, umumnya jantung, terbawa melalui aliran darah dan tersangkut di pembuluh darah otak, sehingga menyebabkan arteri otak menyempit. Jenis gumpalan darah ini disebut embolus. Salah satu gangguan irama jantung, yaitu fibrilasi atrium, sering menyebabkan stroke embolik. 

     

    Stroke hemoragik.

     

    Stroke hemoragik terjadi ketika pembuluh darah di otak pecah dan menyebabkan perdarahan. Pendarahan di otak dapat dipicu oleh beberapa kondisi yang memengaruhi pembuluh darah. Kondisi tersebut meliputi:

     

    • Hipertensi
    • Diabetes.
    • Kolesterol tinggi.
    • Obesitas.
    • Penyakit jantung, seperti gagal jantung, penyakit jantung bawaan, infeksi jantung, atau aritmia.
    • Sleep apnea.
    • Pernah mengalami TIA atau serangan jantung sebelumnya.

     

    Ada dua jenis stroke hemoragik, antara lain:

     

    Perdarahan intraserebral

     

    Pada perdarahan intraserebral, pembuluh darah di otak pecah dan menumpahkan isinya ke jaringan otak di sekitarnya, sehingga merusak sel otak.Penyakit stroke dan pengobatannya

     

    Perdarahan subarachnoid.

    Pada perdarahan subarachnoid, pembuluh darah arteri yang berada dekat permukaan otak, pecah dan menumpahkan isinya ke rongga subarachnoid, yaitu ruang antara permukaan otak dan tulang tengkorak.

     

    Transient Ischemic Attack (TIA)

     

    TIA memiliki gejala yang serupa dengan jenis stroke lainnya, namun TIA umumnya hanya berlangsung selama lima menit. Kondisi ini disebabkan oleh penurunan suplai darah ke otak akibat gumpalan darah yang menghambat aliran darah ke otak. TIA tidak mengakibatkan kerusakan jaringan otak secara permanen dan gejalanya pun tidak berlangsung lama. Meskipun demikian, segera hubungi dokter untuk mencegah serangan stroke dan mengendalikan faktor risikonya.

     

    Faktor Risiko Stroke

     

    Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko stroke. Selain stroke, faktor risiko di bawah ini juga dapat meningkatkan risiko serangan jantung. Faktor-faktor tersebut meliputi:

     

    Faktor kesehatan, yang meliputi:

     

    • Hipertensi.
    • Diabetes.
    • Kolesterol tinggi.
    • Obesitas.
    • Penyakit jantung, seperti gagal jantung, penyakit jantung bawaan, infeksi jantung, atau aritmia.
    • Sleep apnea.
    • Pernah mengalami TIA atau serangan jantung sebelumnya.

     

    Faktor gaya hidup, yang meliputi:

     

    • Merokok.
    • Kurang olahraga atau aktivitas fisik.
    • Konsumsi obat-obatan terlarang.
    • Kecanduan alkohol.

     

    Faktor lain yang berhubungan dengan risiko stroke, antara lain:

     

    Faktor keturunan. Jika anggota keluarga pernah mengalami stroke, maka risiko terkena stroke juga semakin tinggi.

     

    Usia. Dengan bertambahnya usia, seseorang memiliki risiko stroke lebih tinggi dibandingkan orang yang lebih muda

     

    Pencegahan Stroke

         

    Langkah utama untuk mencegah stroke adalah menerapkan gaya hidup sehat. Selain itu, kenali dan hindari faktor risiko yang ada, serta ikuti anjuran dokter. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah stroke, antara lain:

     

    Menjaga pola makan

     

    Terlalu banyak mengonsumsi makanan asin dan berlemak dapat meningkatkan jumlah kolesterol dalam darah dan risiko menimbulkan hipertensi yang dapat memicu terjadinya stroke. Jenis makanan yang rendah lemak dan tinggi serat sangat disarankan untuk kesehatan. Hindari konsumsi garam yang berlebihan. Konsumsi garam yang baik adalah sebanyak 6 gram atau satu sendok teh per hari.

     

    Makanan yang disarankan adalah makanan yang kaya akan lemak tidak jenuh, protein, vitamin, dan serat. Seluruh nutrisi tersebut bisa diperoleh dari sayur, buah, biji-bijian utuh, dan daging rendah lemak seperti dada ayam tanpa kulit.

     

    Olahraga secara teratur. Olahraga secara teratur dapat membuat jantung dan sistem peredaran darah bekerja lebih efisien. Olahraga juga dapat menurunkan kadar kolesterol dan menjaga berat badan serta tekanan darah pada tingkat yang sehat.

     

    Bagi orang yang berusia 19-64 tahun, pastikan melakukan aktivitas aerobik setidaknya 150 menit seminggu yang dibagi dalam beberapa hari, ditambah dengan latihan kekuatan otot setidaknya dua kali seminggu. Yang termasuk aktivitas aerobik antara lain jalan cepat atau bersepeda. Sementara yang termasuk latihan kekuatan, antara lain angkat beban, yoga, ataupun push-up dan sit-up

     

    Namun bagi mereka yang baru sembuh dari stroke, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum memulai kegiatan olahraga. Olahraga teratur biasanya mustahil dilakukan di beberapa minggu atau beberapa bulan pertama setelah stroke. Pasien bisa mulai berolahraga setelah rehabilitasi mengalami kemajuan.

     

    Berhenti merokok.

     

    Risiko stroke meningkat dua kali lipat jika seseorang merokok, karena rokok dapat mempersempit pembuluh darah dan membuat darah mudah menggumpal. Tidak merokok berarti juga mengurangi risiko berbagai masalah kesehatan lainnya, seperti penyakit paru-paru dan jantung.

     

    Hindari konsumsi minuman beralkohol.

     

    Minuman keras mengandung kalori tinggi. Jika minuman beralkohol dikonsumsi secara berlebihan, maka seseorang rentan terhadap berbagai penyakit pemicu stroke, seperti diabetes dan hipertensi. Konsumsi minuman beralkohol berlebihan juga dapat membuat detak jantung menjadi tidak teratur.

     

    Hindari penggunaan NAPZA.

     

    Beberapa jenis NAPZA, seperti kokain dan methamphetamine, dapat menyebabkan penyempitan arteri dan mengurangi aliran darah.Penyakit stroke dan pengobatnnya

     

    Diagnosis Stroke

     

    Bila menemui gejala seperti di atas, segera ke rumah sakit untuk mendapat penanganan. Untuk menentukan jenis penanganan yang paling tepat bagi stroke, dokter akan mengevaluasi jenis stroke dan area otak yang mengalami stroke. Sebagai langkah awal diagnosis, dokter akan bertanya kepada pasien atau anggota keluarga pasien tentang beberapa hal, yang meliputi:

     

    • Gejala yang dialami, awal munculnya gejala, dan apa yang sedang pasien lakukan ketika gejala tersebut muncul.
    • Jenis obat-obatan yang sedang dikonsumsi.
    • Apakah pasien pernah mengalami cedera di bagian kepala.
    • Memeriksa riwayat kesehatan pasien dan keluarga pasien terkait penyakit jantung, stroke ringan (TIA), dan stroke.

     

    Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pasien secara keseluruhan, yang biasanya diawali dengan memeriksa tekanan darah, detak jantung, dan bunyi bising abnormal di pembuluh darah leher dengan menggunakan stetoskop.

     

     

    Yuk jaga dan sayangi tubuh kita , dengan rajin berolahraga , pola makanyang sehat dan teratur , tambahan gizi seimbang , serta istirahatyang cukup , agar terhindar dari berbagai penyakit yang dapat menyerang tubuh kita, Sahabat Sehat !


    votre commentaire


    Suivre le flux RSS des articles de cette rubrique
    Suivre le flux RSS des commentaires de cette rubrique